Minggu, Februari 25
About

Kembali Mengeja Kata Syukur

Pinterest LinkedIn Tumblr +

 

SAYA mesti kembali mengeja makna syukur. Untuk sholat yang selalu saya lakukan dengan terburu-buru. Bacaan dan gerakan begitu ringkas dan singkat berlalu. Seperti orang yang dikejar dan diburu. Lupa dengan siapa saat itu berjumpa dan bertemu. Lalai bahwa kemenangan, pertolongan, dan ketenangan yang Allah janjikan, ada dalam sholat yang khusu’.

Saya harus kembali mengeja arti syukur. Bagi waktu yang terbuang dan tercecer di sepanjang hidup. Terkuras untuk hal-hal yang tidak berharga dan bermutu. Abai dengan pesan Allah bahwa kemenangan, pertolongan, dan kebahagiaan terletak pada sikap dan perbuatan, untuk yang baik serta bermanfaat terus berfokus.
والذين هم عن اللغو معرضون

Saya perlu kembali belajar mengeja hakekat kata syukur. Untuk amanah yang tidak saya sampaikan. Janji yang tidak saya tuntaskan. Kebenaran yang saya dustakan. Peduli dan berbagi yang saya pinggirkan.

“Ya Allah, anugerahkan kepadaku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu, yang telah engkau curahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku. Agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhoi. Dan masukkan aku, dengan Rahmat Mu, ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang sholeh. [QS. 27 : 19]

Salam teduh,
Kang Jarwo

#LembagaZakatAlAzhar                             #PDPMUCY #YayasanKomunitasKawasanMalioboro #PayungPeneduhInstitute
Share.

About Author

Leave A Reply