Minggu, Februari 25
About

Bukan Hanya Badan, Juga Hati

Pinterest LinkedIn Tumblr +

MUNGKIN kita masih ingat, saat pelajaran agama, kita diperkenalkan dengan istilah iman. Pembenaran dan meyakini dengan hati [yang melahirkan ketundukan dan kepasrahan]. Mengakui dan mengucapkan dengan lisan. Kemudian, membuktikan dengan amal perbuatan. Ada wilayah hati, ucapan, dan perbuatan.

Bila kita lanjutkan, wilayah hati ini sifatnya ke dalam atau batin. Menyangkut aspek merasa, menyadari, memahami, dan meyakini. Lisan dan perbuatan merupakan aspek luar atau lahir yang tampak sebagai pantulan, indikator, dan pembuktian apa yang ada di dalam batin atau hati.

Keduanya dapat dibedakan. Tapi tidak dapat dipisahkan. Saling melengkapi dan menyempurnakan. Hati dan batinnya membimbing dan mengarahkan aspek yang lahir. Sementara aspek lahirnya menguatkan apa yang ada di dalam batin dan hati.

Pola ini, berlaku dalam sholat yang kita lakukan. Ada aspek hati atau batin. Ada aspek lahir berupa perkataan dan perbuatan. Inilah arti ungkapan dari pernyataan bahwa yang sholat bukan hanya badan kita lewat ucapan dan gerakan. Tetapi juga hati kita melalui proses merasakan, menyadari, memahami, dan meyakini.

Contoh. Jika kita menghadap kiblat sebelum mengawali sholat, maka yang menghadap itu bukan hanya badan kita menghadap ke Ka’bah. Tapi dalam waktu bersamaan, hati dan batin [ruh]kita juga menghadap kepada Allah. Sehingga sejak awal, yang sholat bukan hanya badan kita. Tapi juga hati dan batin kita.

Selanjutnya, bila kita mengucapkan Allahu Akbar dengan mengangkat tangan sewaktu takbiratul ihram. Maka hati kita merasakan, menyadari, memahami, dan meyakini bahwa kita sedang menghadap dan bertemu dengan Allah yang kebesaran Nya meliputi segalanya. Maha kuasa. Maha penting. Maha memelihara. Maha Kaya. Maha Penyayang. Maha pengasih. Maha pemaaf. Maha pengampun. Maha pemurah. Maha pemberi rezeki. Maha penyembuh. Maha Pemberi petunjuk dan solusi.

Oleh karena itu, kita menanggalkan atau menafikan segalanya. Kecuali Allah. Berfokus sepenuhnya pada ibadah sholat yang kita jalankan. Lebih tepatnya, berfokus pada Allah yang sedang kita jumpai dan temui.

Mudah-mudahan Allah terus-menerus membimbing dan menuntun kita agar menjadi hamba yang khusu’ dalam sholat. Aamiin

Salam teduh,
Kang Jarwo

Share.

About Author

Leave A Reply