Jumat, Juli 19
About

Kolaborasi Meriah, Eva Celia Nge-Jam Bareng MLDJAZZPROJEC di Ngayogjazz

Pinterest LinkedIn Tumblr +

INI JOGJA – Penyelenggaraan festival musik Ngayogjazz 2023 yang berlangsung di Desa Gancahan, Sleman, DIY, pada Sabtu 18 November 2023 berhasil menyedot atensi ribuan penikmat musik, khususnya para pecinta musik dari Yogyakarta dan berbagai kota Indonesia.

Puluhan musisi tampil apik membawakan musik jazz yang dibalut secara kreatif dan modern dengan berbagai nuansa etnik.

MLDJAZZPROJECT

Ajang Ngayogjazz tahunan ini memang dikenal dengan mengedepankan konsep dan kearifan nilai-nilai lokal khas Yogyakarta yang unik. Ngayogjazz 2023 mengusung tema “Handarbeni Hangejazzi”, diambil dari bahasa Jawa handarbeni yang berarti perasaan memiliki, ikut bertanggung jawab, menjaga, melestarikan dan melindungi apa yang dimiliki tersebut. Sementara hangejazzi, dalam hal ini adalah kata-kata yang disematkan dengan konteks kolaborasi dan pertunjukkan pentas dalam berbagai bentuk dan warna.

Soccerphoria Yogyakarta Ajang Kolaborasi Musik, Soccer dan Art

Pada ajang musik Ngayogjazz 2023, terdapat empat panggung besar tempat para musisi tampil yakni Panggung Hangayomi, Panggung Hanresnani, Panggung Hanyengkuyung, dan Panggung Hamengkoni MLDSPOT Stage Bus. Dari keempat stages ini, salah satu panggung yang ramai dikunjungi para penonton baik masyarakat lokal, maupun turis Mancanegara adalah Panggung Hamengkoni.

Di panggung inilah MLDJAZZPROJECT All Stars, grup musik jazz jebolan ajang MLD JAZZ PROJECT tampil memukau berkolaborasi dengan penyanyi Eva Celia.

“Tema Ngayogjazz tahun ini sejalan dengan visi dan misi MLDSPOT yakni konsistensi dalam berpartisipasi mendukung keberagaman musik jazz di Indonesia. Di sini, MLDSPOT mengenalkan jazz sebagai genre musik yang muda, asyik, seru dan dapat dinikmati semua kalangan. Malam ini pun bisa dilihat, jazz bisa merakyat dan penggemarnya saat ini juga sudah banyak generasi muda,” ujar Andrianto W. Nuswanto selaku perwakilan MLDSPOT di sela gelaran Ngayogjazz 2023, di Desa Gancahan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (18/11) malam.

Penampilan MLDJAZZPROJECT X Eva Celia adalah panggung yang paling menyedot perhatian masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Panggung Hamengkoni MLDSPOT Stage Bus dipadati penonton, baik warga lokal maupun kota-kota sekitarnya. Mereka nampak turut bernyanyi sepanjang kolaborasi apik ini, sesekali terlihat para penonton asyik menikmati lagu sembari berdansa.

Konser Musik Alam Bersuara di Hutan Pinus Mangunan Tampilkan Stinky, Power Slaves, Odhol Band

Bersama putri dari musisi Indra Lesmana – Sophia Latjuba tersebut, MLDJAZZPROJECT All Stars membawakan tujuh lagu kekinian di panggung MLDSPOT Stage Bus. Beberapa lagu yang dibawakan antara lain Morning Coffee, Dahulu, Prahara Cinta, Fix You (Coldplay), Kala Senja, Electric dan CH.R.IS.Y.E.

Dengan konsep fresh dan unik ini, MLDSPOT menyulap sebuah bus menjadi stage performance di area terbuka lengkap dengan peralatan musiknya sehingga membuat interaksi dengan penonton lebih intim. Suasana malam terlihat semakin syahdu saat para penonton menyalakan lampu ponsel mereka sambil melambat lambaikan tangan mengiringi alunan musik jazz yang dilantunkan.

“Kami sangat bahagia bisa tampil malam ini, energi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya malam ini memang terasa hangat dan menyenangkan. Apalagi dengan konsep MLD Stage Bus ini kami jadi merasa sangat dekat dengan penonton. Kolaborasi malam ini juga sangat spesial karena proses latihan yang singkat namun kami dapat tampil dengan maksimal membawakan musik-musik jazz yang menghibur para penonton,” ujar Windy, vokalis MLDJAZZPROJECT.

Bantul Bersiap Menjadi Kota Kreatif Dunia 

Eva Celia juga mengapresiasi penyelenggarakan MLDSPOT x Ngayogjazz 2023. Antusiasme penonton yang luar biasa membuat dirinya bersemangat untuk menyajikan penampilan yang apik, terlebih ini merupakan penampilan perdananya di Ngayogjazz.

Suasana pedesaan yang asri semakin menambah unik konsep MLDSPOT Stage Bus yang dihadirkan oleh MLDSPOT. Meski namanya Ngayogjazz, sejumlah musisi penampil di acara ini tidak melulu membawakan musik jazz. Beberapa dari musisi mengawinkan genre jazz dengan Pop, Altemative/Indie, Rock, hingga Keroncong. Sejumlah line-up musisi yang tampil di Ngayogjazz pun beragam, mereka adalah musisi lokal berasal dari berbagai daerah di Yogyakarta dan kota kota sekitarnya, seperti Totok Tewel, Petik Cantik Nusantara, Kartabaya, Sinten Remen & Trie Utami, Trenggalek, Jazztilan Ponorogo, Kretek Beats, Etawa, FJazC, WinterBreeze (Jazz Ngisoringin Semarang), Sirkus Barocks x Iksan Skuter, Monday feat Tevy (Solo Jazz Society), Kemizan Jazz Malang, Noyan & TheBluemate (komunitas Jazz Magelang) serta masih banyak lagi.

Selain itu Ngayogjazz juga menghadirkan sejumlah musisi profesional dan ternama dari mancanegara, seperti PeliPe Jazz Activity, Huaton Dixie, Boteco Ouintet, Samy Tiwebault & Felipe Cabrera, KOEN the guitar band, Kevin Yosue Ouarter, Tom van der Zaal Ouartet dan lain-lain.

Sarkem Fest 2023 Tampilkan Festival Apem dan Musik Orkestra

Selain musik dan kesenian, salah satu hal yang ditunggu-tunggu, para penikmat musik dan festival di Ngayogjazz adalah Pasar Jazz. Dalam setiap gelaran Ngayogjazz, Pasar Jazz selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Berbagai lapak yang sebagian berasal dari warga desa sekitar menyajikan berbagai kebutuhan para penonton Ngayogjazz, mulai dari jajanan berupa makanan dan minuman yang menggugah selera, pernak-pernik dan merchandise sebagai oleh-oleh, dan masih banyak lagi.

Sejak Ngayogjazz diadakan pertama kali pada 2007, festival ini dipercaya memiliki daya tarik tersendiri karena selalu diadakan di berbagai desa sebagai venue pertunjukan, antusiasme para pengunjung yang menonton dan berkunjung ke festival ini selalu tinggi dari tahun ke tahun. Menarik mundur sejarahnya, Ngayogjazz merupakan perkembangan festival musik jazz yang sudah terbentuk sejak lama. Sebelum Ngayogjazz, ada festival Jazz Gayeng yang sudah diadakan sejak 2001. Barulah enam tahun kemudian, Ngayogjazz muncul dengan konsep yang sangat unik.

Ngayogjazz selalu melibatkan warga desa sebagai mitra kerja (stakeholders), tujuannya yakni mengeksplorasi desa sebagai ruang berkesenian dan juga mengelaborasi pertunjukkan seni tradisional dengan jazz. Ini menjadi sesuatu hal yang baru, ketika masyarakat penikmat musik dan musik jazz secara khusus bisa datang ke desa dan melihat pertunjukan sekelas internasional.

Berbagai informasi terbaru dapat diakses melalui website www.midspot.com dan akun media sosial Instagram, Tiktok, Youtube, Twitter dan Facebook @mlidspot. ***

Share.

About Author

Leave A Reply