Rabu, Februari 21
About

Hasil Sidang Isbat, Puasa Ramadhan Dimulai Ahad

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pemerintah melalui  Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya memutuskan awal puasa tahun ini jatuh pada 3 April 2022.  Keputusan tersebut diperoleh melalui Sidang  Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1443 H yang dilaksanakan pada Jum’at, 1 April 2022 di Kantor Kemenag Jakarta.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Rukyatul hilal Pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan di 88 titik pengamatan yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.  “Berdasarkan hisab posisi hilal minus dan secara rukyatul hilal tidak terlihat. Maka penetapan 1 Syawal diistikmalkan, sesuai dengan hasil sidang isbat,” jelas Gus Yaqut, dalam Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1442 H.

Ditambahkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaini, berdasarkan metode rukyah (pengamatan), hilal belum tampak.  Keputusan hasil Sidang Isbat tersebut merupakan kesepakatan Kementerian Agama, MUI, dan organisasi masyarakat (Ormas) Islam lainnya.

Terkait dengan keputusan Muhammadiyah  yang akan mulai  melaksanakan puasa pada Sabtu, 2 April 2022, KH Abdullah Jaidi mengajak masyarakat untuk juga menghargai keputusan tersebut.   Penetapan awal puasa Muhammadiyah dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode penetapan awal puasa memang dapat dilakukan melalui metode rukyatul hilal dan metode hisab.  Masing-masing punya dasar dan argumentasi yang kuat dan tak bisa terbantahkan. Kasubdit Hisab dan Rukyat Direktorat Jenderal Bina Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama Kemenag  Ismail Fahmi, menjelaskan  bahwa kedua perbedaan metode tersebut pada dasarnya saling menguatkan.

Kemenag sendiri  menentukan awal puasa 1 Ramadhan 1443 H, menggunakan metode Rukyatul hilal, yaitu  proses melihat dan mengamati hilal langsung. Nahdlatul  Ulama menjadi  salahsatu  ormas Islam yang menggunakan hilal atau bulan sabit muda sebagai penentu awal puasa Ramadhan.

Dalam prosesi melakukan Rukyatul  Hilal, maka para petugas melakukan pengamatannya pada hari ke 29 atau malam ke 30, dari bulan yang sedang berjalan.  Misalnya, kalau untuk Ramadhan, maka rukyatul hilal atau pengamatan dalam proses melihat hilal itu akan terjadi di akhir bulan.

Menurut pemaparan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dalam lamannya, rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal dengan mata telanjang atau alat bantu optik seperti teleskop.

Sementara itu metode hisab, dilakukan melalui penghitungan secara astronomis dalam menentukan posisi bulan sebagai tanda dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Di Indonesia, terdapat rujukan kitab yang menggunakan metode   kontemporer untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah. Caranya dilakukan dengan cara menggunakan rumus untuk menghitung awal bulan dengan data astronomis. Metode Hisab hakiki wujudul hilal inilah yang menjadi dasar Muhammadiyah menentukan kapan bulan baru dalam penanggalan qomariah dimulai, termasuk 1 Ramadan dan 1 Syawal.

“Tentunya sebagian dari Muhammadiyah akan memulai puasa esok hari tak kurangi arti kebersamaan kita. Kita boleh beda tapi kita harus jaga persatuan dan kesatuan kita. Terutama saat melakukan ibadah maha suci di Ramadan ini,” kata Abdullah dalam konferensi pers Sidang Isbat, Jumat (1/4).

Sementara itu  Wakil Presiden, Ma’ruf Amin mengingatkan tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan saat memasuki Ramadhan di fase pandemi  saat ini.  Menurutnya, Ramadan dan lebaran tahun ini akan menjadi salah satu faktor penentu apakah Indonesia akan memasuki masa endemi Covid-19.

Share.

About Author

Leave A Reply