Sabtu, April 20
About

Arab Saudi dan ASEAN Sepakat Perkokoh Persatuan Umat Islam dan Moderasi Beragama

Pinterest LinkedIn Tumblr +

INIJOGJA.NET, Jakarta – Konferensi Islam Negara ASEAN atau 2nd ASEAN Countries Conference in Indonesia 2022 telah berlangsung di Nusa Dua Bali, 21-23 Desember 2022.

2nd ASEAN Countries Conference in Indonesia 2022 terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi.

Konferensi yang ditutup oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menganbil tema
“Khairu Ummah” atau Umat Terbaik.

Konferensi Islam ASEAN ke-2 yang dibuka Wapres KH Ma’ruf Amin ini menghasilkan 10 poin yang berisi memperkuat sinergisitas negara ASEAN dan Arab Saudi serta memperkokoh persatuan umat Islam.

“Memperkuat kerja sama dan sinergi negara ASEAN dan Arab Saudi dalam isu keagamaan dan diseminasi Moderasi Beragama (Wasathiyatul Islam),” demikian bunyi salah satu poin hasil Konferensi yang dibacakan panitia pada penutupan, Jumat (23/12/2022), seperti dikutip dari laman portal Kementerian Agama RI

Setelah dibacakan, 10 poin Konferensi Islam ASEAN ke-2 ini disampaikan kepada Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Berikut isi poin Konferensi Islam ASEAN 2022 :

Pertama, memperkuat kerja sama dan sinergi negara ASEAN dan Arab Saudi dalam isu keagamaan dan diseminasi Moderasi Beragama (Wasathiyatul Islam);

Kedua, memperkokoh persatuan umat Islam sebagai upaya kontributif terhadap berbagai tantangan keumatan yang dihadapi dunia internasional, baik di bidang politik, ekonomi, agama, sosial, budaya, lingkungan, dan iklim;

Ketiga, meneguhkan peran tokoh agama, cendekiawan Muslim, akademisi, dan Organisasi Kemasyarkatan Islam dalam mewujudkan dan menguatkan ketenteraman melalui pembentukan umat unggul yang berakhlak mulia;

Keempat, mewujudkan Khairu Ummah (Umat Terbaik) dengan amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan), nahi munkar (mencegah dari kemunkaran), dan beriman kepada Allah dengan terus mewujudkan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman budaya di masing-masing negara;

Kelima, mengajak pada kebaikan (amar ma’ruf) tidak sebatas pada ibadah ritual, tetapi juga dalam upaya menjaga negara baik di bidang ideologi, politik, sosial, budaya, lingkungan, ekonomi, pertahanan dan keamanan;

Keenam, mencegah kemungkaran (nahi munkar) dilakukan dengan cara-cara  yang baik dan dilakukan terhadap berbagai anasir disintegritas bangsa termasuk dalam rangka mewaspadai masuk dan berkembangnya paham ekstrem dan terorisme serta melawan semua jenis hoaks, kebohongan, disinformasi dan intoleransi;

Ketujuh, meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan umat teladan yang menjadi pionir tegaknya kemaslahatan dan keadilan;

Kedelapan mengarusutamakan Wasathiyyatul Islam sebagai praktek keagamaan yg moderat, toleran dan adil layak digaungkan di dunia internasional sebagai solusi atas ancaman konflik kemanusiaan di dunia global;

Kesembilan, penguatan peran filantropi Islam dan lembaganya sebagai salah satu instrumen sumberdaya untuk  mewujudkan generasi mandiri dan sejahtera di tengah ancaman krisis pangan yang dihadapi dunia;

Kesepuluh, memperkuat peran perempuan dan keluarga dalam bidang pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan budaya untuk mewujudkan khairu ummah.

Konferensi ini diikuti 140 peserta dari negara-negara ASEAN dengan menghadirkan narasumber para pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, dan Arab Saudi.

Hadir dalam penutupan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi serta Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. (Chaidir)

Share.

About Author

Leave A Reply