INI JOGJA – Turnamen sepak bola putri usia dini terbesar di Indonesia, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 kembali bergulir. Tahun ini, kompetisi yang digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut akan berlangsung di 10 kota, termasuk Yogyakarta yang dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 14–19 Oktober 2025.
Dua kota baru, Malang dan Bekasi, juga resmi bergabung dalam daftar lokasi penyelenggaraan MLSC setelah sebelumnya digelar di delapan kota.
MLSC 2025–2026 dibuka di Kudus, Jawa Tengah, pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2025. Turnamen ini mempertandingkan kelompok usia (KU) 8, 10, dan 12 untuk para siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Total, akan ada dua seri di setiap kota sebelum akhirnya menuju tahap All Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari seluruh wilayah.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan pentingnya penyelenggaraan turnamen secara rutin guna menciptakan ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan di Tanah Air.
Baca Jogja : 620 Rumah Direnovasi Sejak 2022, RSLH PT Djarum Sentuh Hidup Ribuan Warga
“Turnamen harus rutin digelar agar para atlet muda tahu bahwa ada wadah yang konsisten. Kami ingin memotivasi lebih banyak siswi untuk terlibat, baik melalui ekskul maupun klub. Kami mengajak seluruh peserta untuk ambil bagian dan bersama-sama memajukan sepak bola putri Indonesia,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Seri perdana di Kudus telah diikuti 1.370 peserta dari 92 SD dan MI. Menurut Teddy, perluasan kota penyelenggaraan ke Malang dan Bekasi merupakan langkah strategis untuk menjaring potensi baru, mengingat kedua kota tersebut memiliki basis sejarah dan antusiasme tinggi terhadap sepak bola.
“Malang dan Bekasi memiliki sejarah sepak bola yang kuat dan populasi besar. Survei kami menunjukkan minat tinggi terhadap sepak bola putri di kedua kota itu. Harapannya, kualitas dan kuantitas peserta juga meningkat dari tahun sebelumnya,” katanya.
Sejarah Sepak Bola di Malang dan Bekasi
Bekasi dikenal sebagai rumah bagi dua tim besar: Persikasi Bekasi yang berdiri sejak 1961 mewakili Kabupaten Bekasi, dan FC Bekasi City (sebelumnya Persipasi), yang kini berlaga di Liga 2. Sementara itu, Malang merupakan salah satu kota dengan sejarah panjang sepak bola sejak masa kolonial Belanda. Klub MVB (Malangsche Voetbal Bond) yang berdiri pada 1928 menjadi tonggak awal, diikuti oleh PSIM Malang (kini Persema) yang terbentuk pada 1953 sebagai bagian dari perkembangan sepak bola modern di kota tersebut.
Baca Juga : JNE Content Competition Ada di Balik Layar Para Pencipta Inspirasi
Tahun ini, MLSC juga menghadirkan beberapa penyesuaian teknis. Dimensi lapangan KU 12 berubah dari 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter. Titik penalti diatur pada jarak 10 meter, dan kick-off kini dimulai dengan dua sentuhan. Selain itu, laga babak delapan besar, semifinal, dan final KU 10 akan menggunakan lapangan KU 12. Seluruh regulasi mengacu pada panduan pengembangan usia dini dari PSSI.
MilkLife sebagai sponsor utama kembali mendukung turnamen dengan menyediakan hadiah nutrisi bagi para juara. Business Unit Head (Dairy) Savoria, Didiet Fadriana Abdulkadir, menyebut para pemenang akan menerima satu karton susu ukuran 115 ml setiap bulan selama enam bulan.
“Beberapa peserta MLSC kini telah mengikuti seleksi timnas U-16 bahkan bertanding di turnamen internasional seperti JSSL Singapore 7’s. Ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan sesuai visi. Nutrisi juga kami dukung untuk menunjang performa mereka,” jelas Didiet.
Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan MLSC yang dinilai selaras dengan program pembinaan usia dini PSSI.
“Turnamen ini jadi bagian penting dalam pembentukan tim nasional wanita ke depan. Komitmen Djarum Foundation luar biasa dalam mendukung pembinaan sejak dini,” ujarnya.
Baca Juga : EIGERIAN Yogyakarta: Menyatukan Energi Komunitas di Kota Pelajar
Salah satu jebolan MLSC, Clea Abelia, menjadi contoh nyata keberhasilan program ini. Atlet lulusan SDN Kalisari 01 itu kini tergabung dalam Cipta Cendikia Football Academy dan sukses menembus turnamen internasional JSSL Singapore 7’s 2025. Ia pernah menyabet Top Scorer (27 gol) dan Best Player MLSC Jakarta 2025, serta mencatat prestasi serupa di seri-seri sebelumnya.
“MLSC sangat berpengaruh dalam karier aku. Dari sini aku bisa terus berkembang, bahkan sampai ikut turnamen internasional. Buat teman-teman yang mau jadi pesepak bola, wajib ikut MLSC,” kata Abel.
Rangkaian Kegiatan Pendukung
Selain turnamen 7 vs 7, MLSC juga menggelar Festival SenengSoccer untuk KU 8, yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap sepak bola sejak dini (usia 6–8 tahun). Ada pula Skill Challenge yang menguji teknik dasar seperti 1 on 1, penalti, dribbling, passing control, dan shoot on target.
Setelah dua seri selesai digelar di 10 kota, akan digelar MilkLife Soccer Challenge All Stars yang mempertemukan para pemain terbaik hasil kurasi dari seluruh rangkaian kompetisi.
Jadwal MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025–2026:
* Kudus: 29 Juli – 3 Agustus 2025
* Semarang: 5 – 10 Agustus 2025
* Surabaya: 19 – 24 Agustus 2025
* Tangerang: 2 – 7 September 2025
* Bekasi: 9 – 14 September 2025
*Bandung: 16 – 21 September 2025
* Yogyakarta: 14 – 19 Oktober. (Dani)