INI JOGJA – Tangis haru mewarnai wajah Parmi, warga Desa Glapansari, saat rumah sederhananya yang selama puluhan tahun hanya berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah, kini berdiri kokoh dengan tembok baru dan sanitasi layak. Bersama 14 keluarga lainnya di Kabupaten Temanggung, rumah Parmi direnovasi total melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas oleh PT Djarum.
Program ini bukan sekadar membangun rumah, tapi juga membangkitkan harapan. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi rumah yang tak lagi layak, kehadiran RSLH menjadi titik balik kehidupan mereka. “Alhamdulillah, sekarang rumah saya tidak bocor lagi kalau hujan. Suami saya sudah setahun kena stroke. Penghasilan kami dari bertani tembakau hanya cukup untuk makan. Sekarang rumah kami layak untuk dihuni. Semoga Gusti Allah membalas kebaikan ini,” ungkap Parmi dengan suara bergetar.
Sebanyak 15 rumah direnovasi total di dua desa: lima rumah di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, dan sepuluh rumah di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan. Pembangunan ini menelan anggaran sekitar Rp900 juta, dengan setiap rumah dibangun ulang seluas 34 meter persegi yang mencakup dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.
Peresmian dan serah terima rumah dilangsungkan di Gedung Sasana Gita, Parakan. Hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto.
Baca Juga : EIGERIAN Yogyakarta: Menyatukan Energi Komunitas di Kota Pelajar
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut PT Djarum sebagai “panglima tanpa tanda jasa” yang telah membantu percepatan pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. “Ada lebih dari satu juta rumah tak layak huni di Jawa Tengah. Ini PR kita bersama, dan PT Djarum telah memberi contoh nyata. Semoga perusahaan lain meniru langkah ini,” ujar Luthfi.
Menurut Achmad Budiharto, Temanggung sebagai daerah penghasil tembakau memiliki kontribusi penting bagi perusahaan. Karenanya, pembangunan rumah layak huni ini adalah bentuk timbal balik kepada masyarakat. “Kami ingin warga memiliki hunian yang tidak hanya aman, tapi juga sehat dan nyaman. Tak hanya rumah, kami juga membangun 300 unit sanitasi di desa-desa lain sebagai bagian dari Sanitasi Terpadu Djarum,” ujarnya.
Program RSLH merupakan bagian dari kontribusi sosial jangka panjang PT Djarum. Sepanjang 2025, ditargetkan 350 rumah akan direnovasi di Kudus dan kabupaten lain di Jawa Tengah. Jika dihitung sejak program ini dimulai pada 2022, total rumah yang telah dan akan direnovasi mencapai 620 unit.
Bagi warga seperti Parmi, rumah bukan sekadar bangunan. Rumah baru itu adalah simbol harapan, tempat berlindung, dan awal baru dalam hidup yang lebih layak. (Chaidir)