Minggu, Februari 25
About

Tolak Sebut Nama, ini Kriteria Capres dan Cawapres Versi Aktivis 98

Pinterest LinkedIn Tumblr +

INIJOGJA.NET, Jakarta – Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) mengeluarkan pernyataan terkait kriteria calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) tahun 2024.

PENA 98 menolak menyebut nama Capres dan Cawapres. Namun lebih pantas menyebut kriteria.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PENA 98, Adian Napitupulu, saat meresmikan Kantor Graha PENA 98 di Jalan HOS Cokroaminoto 115, Menteng Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023). Adian menjelaskan ada 8 kriteria yang harus dimiliki Capres dan Cawapres 2024.

Erick Thohir Datangi Penjual Kembang Tahu yang Ternyata Wasit Liga 2

Menurut Adian, kriteria  Capres dan Cawapres  diharapkan bisa menjauhkan bangsa Indonesia dari hal-hal buruk.

“Kriteria ini disusun berdasarkan harapan agar hal-hal buruk yang pernah dilewati bangsa ini tidak lagi terulang di masa depan,” kata Adian Napitupulu.

Berikut kriteria  Capres  dan Cawapres 2024 versi PENA 98:

1. Menjaga Pancasila, berpedoman pada UUD 1945, setia NKRI, menghormati keberagaman, dan merawat kebinekaan.
2. Bukan bagian dari rezim Orde Baru.
3. Tidak punya rekam jejak terlibat dalam penggunaan politik identitas.

Viu – Multivision Plus Kembangkan Konten Indonesia untuk Audiens Global

4. Tidak pernah terlibat dalam pelanggaran HAM.
5. Tidak pernah terlibat kasus korupsi.
6. Melanjutkan program pemerintahan Presiden
Joko Widodo (Jokowi).
7. Berkomitmen memperjuangkan agenda reformasi, menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu, menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan mewujudkan reformasi agraria.
8. Berkomitmen melakukan upaya-upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat.

Menurut Adian, survei popularitas dan elektabilitas bukanlah tolok ukur seseorang pantas menjadi capres-cawapres.

“Dinamika menuju Pilpres 2024 menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kami di PENA 98. Karena Pilpres 2024 akan menentukan arah perjalanan bangsa, setidaknya lima tahun ke depan,” kata Adian.

Isra Mi’raj dan Teori Pariwisata Modern

Adian menyebutkan bahwa kriteria-kriteria tersebut perlu disampaikan karena selama ini partai politik hanya berbicara nama, sementara rakyat perlu tahu alasan mereka memilih calon.

“Saya mau partai politik, kelompok-kelompok intelektual, para akademisi mulai hari ini tidak berbicara orang, tetapi kriteria. Tidak apa-apa PENA 98 yang mulai, tidak apa-apa kriteria kita kemudian dianggap ancaman, enggak jadi soal buat kita,” tuturnya.

“Tapi seburuk-buruknya, kita punya tawaran ini loh kriteria yang kita anggap pantas memimpin Indonesia. Bukan dari tinggi badannya, lebar senyumannya, bukan dari yang lain-lain. Kalau ada pemimpin partai yang mau berdiskusi kita terbuka tapi kita juga siap berdiskusi dengan yang lain,” ujar Adian. (Chaidir)

Share.

About Author

Leave A Reply