Tol Jogja – Bawen, Terowongan Menembus Perut Pegunungan

 

Inijogja.net | PROYEK jalan tol Jogjakarta – Bawen sepanjang 75,82 kilometer (km) bakal melintasi 3 tunnel atau terowongan menembus perut pegunungan.
Proyek tersebut ditargetkan mulai konstruksi pada Agustus 2021 dan diharapkan selesai pada tahun 2023 mendatang.
Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Jogjakarta – Bawen resmi ditandatangani pada Jumat (10/11/2020) .
Jalan tol ini akan terhubung dengan tol Semarang – Solo dan jalan tol Solo – Jogja – Bandara International Jogjakarta, dan membentuk segi tiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah, khususnya Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).
Terowongan yang dibangun direncanakan akan berlokasi potensialnya antara Ambarawa dan Temanggung. Terowongan dibangun agar tidak merusak kawasan Banaran yang sejuk sebagai destinasi wisata dengan unggulan kopi.
Selain itu, Kementerian PUPR juga tidak ingin mengulang kesalahan pembangunan Tol Semarang – Solo yang memangkas perbukitan.
Saat ini dokumentasi trase masih ada pada Kementerian PUPR untuk kemudian ditetapkan lokasi dan dikembalikan kepada Gubernur (Jawa Tengah dan DIJ) untuk disetujui. Akhir November atau akhir Desember 2020 penlok sudah selesai.
Dalam acara penandatangan perjanjian di Borobudur tersebit Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X ikut menyaksikan. Penandatanganan ini juga disaksikan langsung oleh Menteri PUPR-RI, Basuki Hadimuljono.
Basuki mengungkapkan, pembangunan Tol Jogjakarta – Bawen masuk ke dalam rangakaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Tol ini masuk dalam rangkaian tol Trans Jawa yang akan melintasi Ambarawa, Pringsurat, Mungkid, Magelang dan Sleman.
Melalui penandatanganan perjanjian mengenai proyek tol ini, akan membuka akses yang memperlancar terintegrasinya wilayah Jogja, Solo dan Semarang atau biasa disebut Joglosemar. Dengan begitu, kemudahan akses akan memperlebar kesempatan bagi daerah-daerah tersebut lebih mengembangkan potensinya.
“Melalui penandatanganan ini saya sangat bersyukur karena sekali lagi Joglosemar akan menjadi kawasan yang sudah terbuka satu sama lain. Tol ini menghubungkan dan memanfaatkan infrastruktur yang sudah kita bangun di lima tahun yang lalu dan akan kita teruskan dengan pengembangan infrastruktur yang lain,” ungkap Basuki.
Tol ini sebenarnya tidak hanya meningkatkan potensi kawasan Joglosemar saja. Namun menurut Basuki, bisa menyentuh pengembangan potensi Karimun Jawa. Kemudahan akses inilah yang diharapkan bisa mendukung proses pembangunan yang merata di wilayah DIJ dan Jawa Tengah.
Selain itu, Basuki menjelaskan, kawasan Borobudur juga menjadi salah satu alasan dibalik pembangunan tol ini. Setiap wisatawan yang hendak ke Borobudur, diharapkan bisa melewati daerah-daerah seperti DIJ yang memiliki potensi bagus. Sehingga, tidak hanya Borobudur saja yang disinggahi, tapi juga daerah yang dilewati saat menuju ke destinasi ini.
Kawasan Borobudur menurut Basuki telah mendapatkan perhatian serius dari Presiden Jokowi. Bahkan desain pembangunan kawasan tersebut disentuh langsung oleh Presiden. Harapannya agar Borobudur menjadi kawasan yang eksklusif bagi semua orang, bukan hanya bagi orang-orang tertentu.
“Tol ini juga dimaksudkan untuk melihat Borobudur lebih jelas tanpa kita sentuh bangunan candi itu sendiri. Tujuannya untuk menyampaikan bahwa Borobudur layak untuk dikunjungi sebagai kawasan wisata maupun edukasi,” kata Basuki.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Prof Dr Techn Ir Danang Parikesit MSc. menjelaskan, pelelangan jalan tol ini dimulai setahun lalu dan dimenangkan oleh PT. Jasa Marga Tbk, PT. Adhi Karya Tbk, dan PT. Waskita Karya Tbk. dengan nilai proyek sekitar Rp 14,2 Triliun.
Perjanjian yang ditandatangani adalah perjanjian antara Kepala BPJT dan Direktur Utama PT. Jasa Marga, penandatanganan perjanjian penjaminan antara PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT. Jasa Marga serta penandatanganan perjanjian Regres antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Sementara itu, Sekda DIJ Drs R Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di Gedhong Bale Woro, Kompleks Kepatihan, Jojakarta mengungkapkan, penandantangan ini perlu disaksikan oleh Gubernur DIJ dan Gubernur Jateng karena berada di lokasi kedua daerah. Bagaimanapun, proyek yang sudah tertunda karena pandemi ini harus segera terlaksana.
Selanjutnya pihaknya menyatakan telah mendapatkan rancangan yang pasti untuk eksekusi tol terebut hingga ke bagian yang paling detail. Jalur yang diambil telah diupayakan tidak menabrak bangunan vital.
Disinggung mengenai ganti untung untuk warga yang tanahnya terkena pembebasan lahan, Aji mengungkapkan akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan BPN. Dirinya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY untuk membahas mengenai sosialisasi yang diperlukan. (dir)

About Author

Leave A Reply