Sabtu, Juni 15
About

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

INI JOGJA, Jakarta — Sebanyak 89,7 persen respoden berharap presiden yang terpilih dari Pemilu 2024 merupakan orang yang paham ekonomi dan adanya peningkatan pembukaan lapangan kerja.

Tantangan pemimpin baru nanti baik presiden dan wakil presiden juga tidak akan mudah karena bakal menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, ancaman terhadap komoditas Indonesia dari negara-negara lain seperti Uni Eropa juga bakal tetap ada.

Demikian survei jajak pendapat yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada 10-24 Juni 2023 di 34 provinsi di Indonesia

Survei ini bertujuan untuk menilai sejauh mana preferensi masyarakat terhadap dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2024 yang sudah hiruk pikuk kabar beritanya di media sosial dan media mainstream. Dengan munculnya nama-nama tokoh bakal capres yang sudah memiliki relawan-relawan yang sudah mulai mencuri start untuk berkampanye baik di medsos maupun di secara terbuka di area publik.

Kasus Kebocoran Dokumen ESDM Naik ke Tahap Penyidikan, Nama Ketua KPK Firli Bahari Disebut

Tentu sangat menarik dilakukan penelitian melalui survei jajak pendapat sejauh mana preferensi politik masyarakat terhadap phenomena tersebut

Survei jajak pendapat ini dilakukan dengan penarikan sample atau responden mengunakan metode multistage random sampling sebanyak 2.088 warga negara Indonesia yang sudah dan akan berusia 17 tahun pada saat pemilu digelar. Hasil penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebanyak kurang lebih 2,1 persen.

Hasil survei menunjukan bahwa sebanyak 87,9 persen responden menyatakan puas dengan kinerja bidang perekonomian nasional, sebanyak 60,8 persen puas dengan kinerja bidang kesejahteraan sosial, 70,9 persen puas pada kinerja bidang penegakan hukum dan sebanyak 72,9 persen puas pada bidang keamanan nasional dan sebanyak 67,2 persen puas dengan bidang pendidikan dan sebanyak 68,2 puas dengan bidang kesehatan.

Yogyakarta Jadi Saksi Pertandingan Internasional antara Indonesia vs India dalam One Pride 69 Jogja Istimewa Malam Ini

Hasil survei juga menunjukan bahwa kampanye para relawan bakal calon presiden oleh relawan dan tokoh bakal capres, ternyata hanya 5,7 persen responden yang terpengaruh akan memilih tokoh yang dikampanyekan oleh relawan dan tokohnya sendiri. Sementara sebanyak 80,9 persen sangat tidak mempengaruhi pilihan responden saat hari pencoblosan nanti dengan alasan kampanye yang dilakukan relawan dan tokohnya tidak punya kualitas dan provokatif menuju pada polarisasi di masyarakat dan 13,4 persen tidak memberikan pendapat nya

Hasil survei menunjukan 89,7 persen respoden berharap presiden yang terpilih dari Pemilu 2024 merupakan orang yang paham ekonomi dan peningkatan pembukaan lapangan kerja, sebab Tantangan pemimpin baru, baik presiden dan wakil presiden juga tidak akan mudah karena bakal menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, ancaman terhadap komoditas Indonesia dari negara-negara lain seperti Uni Eropa juga bakal tetap ada.

Hasil survei menunjukan bahwa Airlangga Hartarto dinilai oleh 61,9 persen sebagai tokoh bakal capres yang paling mengerti banyak mengenai pengelolaan ekonomi nasional, dan sebanyak 12,8 persen responden menilai Prabowo Subianto mengerti mengelola perekonomian, sementara hanya 6,4 persen responden yang menilai Ganjar Pranowo mengerti pengelolaan ekonomi, kemudian Anies Baswedan dinilai oleh 4,7 persen responden mengerti ekonomi selebihnya sebanyak 14,2 persen tidak memberikan penilaian.

Yogyakarta Jadi Saksi Pertandingan Internasional antara Indonesia vs India dalam One Pride 69 Jogja Istimewa Malam Ini

Survei menunjukan jika pemilihan presiden digelar hari ini dengan disodorkan nama nama tokoh bakal calon presiden pada kertas quisioner maka hasilnya nama Airlangga Hartarto dipilih oleh sebanyak 41,7 persen responden kemudian diurutan kedua nama Prabowo Subianto dipilih sebanyak 20,2 persen dan Ganjar Pranowo sebanyak 9,3 persen, kemudian Anies Baswedan 5,4 persen.dan sisanya sebanyak 23,4 memilih tokoh lainnya dan tidak memilih.

Survei LKPI menunjukan jika pemilu digelar hari ini maka Golkar menjadi partai politik yang paling tinggi tingkat keterpilihan dimana sebanyak 20,8 persen responden memilih Golkar dan sebanyak 16,2 persen memilih Gerindra dan sebanyak 15,7 persen memilih PDI Perjuangan, Sebanyak 9,8 persen memilih Demokrat , sebanyak 6,4 persen memilih PKB, Sebanyak 5,3 persen memilih PKS , sebanyak 4,6 persen memilih Perindo,Sebanyak 3,3 persen memilih Nasdem , sebanyak 2,8 memilih PPP dan sebanyak 2,1 persen memilih PAN dan gabungan parpol lainnya dipilih sebanyak 6,2 persen dan tidak memilih sebanyak 6,8 persen*

Ekonomi masih jadi tantangan di masa depan dimana menurut penilaian
mayoritas responden hal tersebut bukannya tanpa alasan sebab masyarakat meyakini persoalan ekonomi masih menjadi tantangan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akibat belum pulihnya ekonomi nasional dan dunia akibat pandemik covid 19.

Casa Grande Lantik 10 Pengurus Baru, Yoyok Yakini Beri Dampak Positif untuk Keberlangsungan Bisnis Perhotelan dan Pariwisata di Jatim

Untuk itu menurut mayoritas masyarakat, Indonesia perlu pemimpin yang punya pengetahuan baik soal ekonomi agar mampu menghadapi tantangan tersebut dengan baik.

“Karena tantangan kita lima tahun ke depan itu sangat berat dan melihat adalah ekonomi, melihat apa yang terjadi di global, melihat apa yang terjadi di dalam negeri dan dalam pemilu,” kata Heru Suyatno, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia

Hal inipun senada dengan keinginan para pelaku usaha dimana Pengusaha Besar Indonesia Bakal Pilih Capres yang Memiliki Kriteria paham tentang ekonomi dan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dinilai kurang menguasai banyak masalah ekonomi. Padahal salah satu syarat dari capres yang akan mereka pilih pada Pilpres 2024 adalah merupakan orang yang paham ekonomi.***

Share.

About Author

Leave A Reply