Pemkot Yogya Perluas Pedestrian

Jalan Jenderal Sudirman sisi timur.

Inijogja.net | PEMERINTAH Kota (Pemkot) Yogyakarta memperluas penataan pedestrian. Kini giliran kawasan di Jalan Sudirman segmen timur dan Jalan Kyai Haji Ahmad (KHA) Dahlan sisi utara akan ditata pada tahun ini. 
Penataan pedestrian di kedua jalan itu melanjutkan hasil penataan tahun 2020. Usai direvitalisasi, aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di pedestrian itu dilarang dan akan ditata.
Dari pantauan, masih banyak PKL yang belum mengetahui akan gusur dari kawasan yang sudah puluhan tahum mereka tempati untuk berusaha. Mereka masih menjalani usahanya seperti biasa.
Bu Pakjo, PKL yang berada di trotoar kawasan Jalan Jenderal Sudirman mengatakan dirinya sudah membuka usaha PKL sejak tahun 1987. Namun, jika nantinya harus digusur oleh Pemkot Yogya sebaiknya diberikan solusinya.
“Saya tidak tahu mau pindah kemana kalau harus digusur. Disini saya sudah sejak tahun 1987, saat itu saya baru kawin, masih muda. Sekarang sudah nenek-nenek baru kena gusur,” ujar Bu Pakjo.
Ia mengatakan, jumlah PKL yang berada di Jalan Sudirman (antara gedung Gramedia dan gedung Galeria) ada sekitar 50. Mereka berjualan ada yang siang dan malam.
Sementara itu, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengakui dalam penataan pedestrian ada konsekuensi bagi PKL yang beraktivitas di trotoar. Mengingat sesuai aturan yang ada, pedestrian atau trotoar bukan sebagai tempat untuk berjualan, tapi area pejalan kaki.
“Jangan bertahan di pedestrian, karena fungsi utamanya untuk sarana pejalan kaki, bukan untuk tempat berdagang,” kata Haryadi.
Haryadi menyampaikan, Pemkot Yogyakarta sudah berkomunikasi dengan kecamatan di sekitar penataan pedestrian terkait aktivitas PKL. Tidak sekadar melarang, aktivitas PKL akan ditata dan dicarikan solusi bersama.
“Kami carikan solusi bersama. Konsep kami penataan bukan penggusuran. Yang penting ada <I>rembuge<P>, saling menghormati dan menghargai dalam mencari solusi. Tidak <I>pokoke<P>,” ujarnya.
Dicontohkan salah satu solusinya adalah menata PKL masuk ke pasar tradisional terdekat. Pilihan lainnya adalah mencari suatu tempat untuk menata PKL. Sejumlah PKL pada akhirnya juga pindah tempat berjualan saat pedestrian Jalan Sudirman segmen barat selesai ditata. Dia juga mencontohkan keberhasilan Pemkot Yogyakarta dalam menata parkir di pedestrian di Malioboro ke tempat khusus parkir. Itu karena para pelaku parkir dan masyarakat bersedia menaati konsep penataan pemerintah.
“PKL yang dari Jembatan Gondolayu ke barat dan tengah itu juga bersedia pindah. Kami ajak komunikasi. Kapan Yogya jadi bagus, bersih dan nyaman kalau masalah-masalah klasik jadi kendala. Kami ajak komunikasi pedagang, ini Yogya kotamu juga. Masak mau <I>kemproh<P> (kumuh) terus seperti ini,” terang Haryadi.
Seperti diketahui para PKL yang beraktivitas di Jalan Sudirman segmen timur yakni dari simpang empat Galeria Mall ke barat sampai simpang empat Gramedia. Terutama di sisi selatan jalan. Begitu pula dengan Jalan KHA Dahlan baik sisi selatan dan utara pedestrian cukup banyak aktivitas PKL.
Sedangkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menyebut pada tahun 2021 Dinas PUPKP Kota Yogyakarta akan melanjutkan penataan pedestrian di Jalan KHA Dahlan dan Jalan Sudirman menggunakan dana Keistimewaan DIY. Tapi diakuinya untuk penataan pedestrian itu, ada aktivitas PKL yang menjadi pekerjaan rumah.
“Penataan pedestrian Sudirman segmen timur dari simpang Galeria Mall sampai simpang Gramedia sisi utara dan selatan. Nanti konsepnya sama dengan pedestrian Sudirman segmen tengah dari Gramedia sampai jembatan Gondolayu. Pedestrian KHA Dahlan melanjutkan sisi selatan dan utara,” jelas Umi.
Sementara itu, Camat Jetis Sumargandi mengatakan, persiapan untuk penataan PKL sudah dilakukan termasuk memastikan tempat di pasar tradisional yang bisa digunakan untuk menampung mereka,” katanya.
Menurut dia, dari 26 pedagang kaki lima yang menempati trotoar di Jalan Jenderal Sudirman dari Jembatan Gondolayu hingga Tugu Yogyakarta, baru ada enam pedagang yang mengajukan permohonan untuk ditempatkan di Pasar Pingit. Berdasarkan komunikasi dengan instansi terkait, Sumargandi mengatakan, tempat untuk menampung PKL di Pasar Pingit sudah tersedia.
Sementara untuk pedagang lain yang belum mengajukan permohonan, lanjut dia, dimungkinkan jika PKL sudah memiliki tempat lain untuk berjualan yang dirasa lebih menguntungkan. (dir)

About Author

Leave A Reply