Komunitas Kawasan Malioboro Minta PPKM Tidak Diperpanjang

Inijogja.net | Paguyuban Komunitas Kawasan Malioboro meminta pemerintah tidak memperpanjang program Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab diberlakukannya PPKM selama ini sudah berdampak sangat memberatkan dan menyesakkan para pedagang selaku pelaku ekonomi rakyat.

Hal itu terungkap dalam rapat Paguyuban Komunitas Kawasan Malioboro (PKKM), Kamis (14/1/2021), di Resto Lombok Ijo.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan sektor informal maupun formal di kawasan Malioboro bersepakat mengusulkan dan meminta kepada Pemerintah Kota dan DIY untuk tidak memperpanjang pembatasan jam beraktivitas masyarakat. Menurut mereka, cukup hanya sampai tanggal 25 Januari saja.

Menurut Presidium PKKM Sujarwo Putro, pelaku ekonomi rakyat yang terdampak bukan hanya lesehan, pasar sore, dan pasar Senthir yang terpaksa tidak dapat beraktivitas. Tetapi juga menyasar ke pengemudi becak, andong, dan pedagang asongan serta PKL lainnya.

“Mereka harus menerima kenyataan, pendapatan terjun bebas,” tandas Sujarwo.

Sutirah, satu-satunya pedagang lesehan malam di Malioboro yang masih buka sejak PPKM menceritakan bahwa ia membuka lesehan atas permintaan empat pegawainya yang berasal dari NTT. Mereka meminta agar dirinya tetap buka supaya bisa mendapatkan biaya hidup dan tetap kuliah.

“Demi empat anak mahasiswa yang bekerja sebagai pegawai, saya masih bisa mempertahankan berjualan meskipun hanya satu sampai dua jam. Mereka yang meminta tetap buka agar bisa mendapat uang untuk biaya hidup. Mereka perlu makan, bayar kos dan lainnya,” tambah Sutirah yang sudah berjualan lesehan di Malioboro sejak 1989.

“Namun, mungkin mulai Senin depan, saya juga akan tutup. Sebab rugi terus dan selalu diawasi seperti orang yang bersalah,” tambah pedagang lesehan Citra Rasa depan DPRD DIY ini. (dir)

About Author

Leave A Reply