Minggu, Februari 25
About

Jamaah Haji Kembali ke Indonesia. Simak Aturan Penjemputan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

INIJOGJA.NET – Jumat 15 Juli 2022 jamaah haji Indonesia akan kembali ke Indonesia. Seluruh Debarkasi diminta bersiap untuk menyambunya.

Masa operasional haji 1443H/2022M memasuki fase pemulangan. Ada empat debarkasi yang akan mengawali fase pemulangan ini, yaitu kloter pertama  Debarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta-Bekasi (JKS), Padang (PDG), dan Solo (SOC).

Hal ini disampaikan Plh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Muhammad Aqil Irham usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Masa Pemulangan Jamaah Haji tahun 1443 H/2022M, di Jakarta.

“Alhamdulillah saat ini seluruh debarkasi telah menyatakan kesiapannya untuk menerima kedatangan jamaah haji dari tanah suci,” ungkap Aqil Irham, Selasa 12 Juli 2022.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi se-Indonesia ini menyepakati beberapa hal. Pertama, pihak keluarga tidak diperkenankan menjemput jamaah di debarkasi asrama haji.

“Penjemputan boleh dilakukan di kabupaten/kota masing-masing sesuai aturan yang ditetapkan debarkasi,” ujar Aqil.

Kedua, debarkasi akan mengatur pendistribusian koper jamaah termasuk air zam-zam. “Ini menjadi perhatian khusus seluruh debarkasi agar seluruh barang bawaan jemaah dapat terdistribusi dengan baik,” tutur Aqil Irham.

“Kami juga akan memastikan kondisi bus yang akan mengangkut jamaah. Mulai dari kelayakan bus pengangkut jemaah haji dari Bandara ke Debarkasi, maupun yang mengangkut jamaah dari debarkasi ke kabupaten/kota,” imbuhnya.

Selain kesepakatan tersebut, Aqil juga meminta jajaran PPIH debarkasi untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. “Lakukan langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran virus Covid-19 saat fase pemulangan,” pesan Aqil yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag.

Sebagai upaya antisipasi, jamaah akan dicek suhu badannya setiba di debarkasi.  “Apabila terdapat  suhu badannya melebihi 37,5 derajat, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Aqil.

“Apabila positif covid, maka akan dilakukan isolasi dengan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah,” sambungnya. ***

Share.

About Author

Leave A Reply