Rabu, Februari 21
About

FOX’S Indonesia Para Badminton International 2022. Skuad Indonesia Mulai Amankan Tiket Perempat Final

Pinterest LinkedIn Tumblr +

INIJOGJA.NET, Atlet – atlet para badminton Indonesia menunjukkan tajinya demi merengkuh gelar juara di ajang FOX’S Indonesia Para Badminton International 2022.

Berstatus tuan rumah dan bermain di hadapan pencinta bulutangkis Tanah Air, skuad Merah Putih yang berjumlah 25 orang dan tersebar di berbagai nomor pertandingan mulai mengamankan tiket perempat final.

Di sektor ganda campuran SL 3 – SU 5, Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah yang menjadi unggulan pertama sukses melaju ke babak selanjutnya setelah dipastikan keluar sebagai juara grup.

Keduanya tampil perkasa memenangi dua pertandingan atas pasangan Azerbaijan/Australia Ibrahim Aliyev/Celine Aurelie Vinot 21-9, 21-11 dan ganda Australia/India Wojtek Czyz/Koshika Devda 21-4, 21-8.

“Meski menang di fase grup, bukan berarti lawannya mudah. Justru saya melihat di ganda campuran ini agak berat mengingat kemampuan lawan yang variatif. Sehingga kami harus pintar mengatur bola dan tidak melakukan kesalahan di atas lapangan,” ujar Fredy yang bersama Khalimatus sukses mempersembahkan medali emas ASEAN Para Games 2022 beberapa waktu lalu.

Tak hanya di sektor ganda campuran, pria yang mengkoleksi medali perunggu pada Paralimpiade Tokyo 2022 ini juga membela Indonesia di dua nomor lainnya yakni tunggal putra SL 4 dan ganda putra SL 3 – SL 4 berpasangan dengan Dwiyoko.

Di dua sektor tersebut, punggawa Merah Putih ini juga menempati posisi teratas dan berpeluang besar menjejakkan kaki di babak perempat final. Meski begitu, ia tak ingin jumawa dan tetap mewaspadai lawan yang memiliki karakter permainan yang beragam.

“Lawan-lawan dari luar negeri tipenya memang beragam. Jadi, kembali, bila ingin memenangkan kejuaraan ini saya harus fokus pada satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan jangan lengah sehingga hilang konsentrasi,” kata Fredy.

Perjuangan demi membawa kejayaan Indonesia di tengah arena olahraga juga ditampilkan oleh pasangan ganda campuran SH 6, Subhan/Rina Marlina. Duet yang sukses mendulang medali emas pada APG 2022 ini memimpin klasemen sementara sehingga asa untuk merengkuh gelar juara terbuka lebar.

“Kami berusaha bermain lepas sehingga bisa mengendalikan permainan. Kami berharap kemenangan hari ini bisa terus berlanjut sehingga bisa melanjutkan kemenangan di APG kemarin dan juga memberikan hasil terbaik di Yogyakarta ini,” ujar Subhan yang diamini oleh Rina. Baik Subhan dan Rina bermain di tiga nomor yakni di sektor tunggal, ganda dan ganda campuran.

Tak mau kalah dengan para atlet tuan rumah, Wojtek Czyz, datang ke Yogyakarta dari Wellington, Selandia Baru, untuk mengasah kemampuan sekaligus mencari pengalaman di negeri yang ia sebut sebagai “pabrik” penghasil pebulu tangkis kenamaan.

Salah satu laga yang dilaluinya pada hari kedua FOX’S Indonesia Para Badminton International 2022 adalah melawan Dwiyoko di nomor tunggal putra SL 3. Czyz harus mengakui kehebatan pebulutangkis Indonesia tersebut dan mendapat pelajaran penting dari pertandingan rubber game berdurasi 70 menit, yang berakhir kemenangan bagi Dwiyoko 21-17, 15-21, 22-20.

“Dwiyoko adalah pemain yang sangat berpengalaman. Dari pertandingan tadi, saya mendapatkan banyak pelajaran dalam hal konsistensi serta melakukan berbagai perbaikan agar tidak melakukan kesalahan sendiri,” jelas Czyz,

Czyz berpendapat, sejumlah pemain yang memperkuat skuad Indonesia pada turnamen ini didominasi pemain bertalenta yang dapat turun di berbagai sektor.

“Bagi saya, kesempatan bermain di Yogyakarta ini adalah sebuah hal yang fantastis karena saya bisa melihat dan bermain langsung dengan pemain-pemain Indonesia,” katanya.

Keseruan FOX’S Indonesia Para Badminton International 2022 tak hanya terjadi di tengah arena. Di luar lapangan, dua alumni PB Djarum yang kini melatih di PB Champion Klaten, Bagas Kristianto dan Adhitya Sindoro alias Yang Yang, menggelar coaching clinic bagi anak-anak yang tergabung dalam Solibad Indonesia. Pelatihan ini bertujuan berbagi ilmu seputar pengetahuan dan teknik dasar di dunia bulutangkis.

Erik, 13 tahun, mengaku sangat menikmati sesi coaching clinic yang diselenggarakan pada Rabu sore 24 Agustus 2011 di pelataran GOR Among Rogo tersebut. Selain mendapatkan kesempatan main bareng bersama Yang Yang, ia juga mendapatkan pelatihan dasar cara memegang raket bulutangkis, yang menurutnya belum tentu didapatkannya di daerah asalnya, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ***

Share.

About Author

Leave A Reply